Selasa, 27 April 2010

Laporan Gelombang Interferometer Michelson


Interferometer Michelson

I.             Tujuan Percobaan :
1.      Memahami interferensi pada interferometer Michelson.
2.      Menentukan panjang gelombang sumber cahaya dengan pola interferensi.

II.          Landasan Teori
Interferensi adalah penggabungan superposisi dua gelombang atau lebih yang bertemu pada satu titik ruang. Hasil interfrensi yang berupa pola-pola cincin dapat digunakan untuk menentukan beberapa besaran fisis yang berkaitan dengan interferensi, misalnya panjang gelombang suatu sumber cahaya, indeks bias, dan ketebalan bahan.
Untuk memahami fenomena interferensi harus berdasar pada prinsip optika fisis, yaitu cahaya dipandang sebagai perambatan gelombang yang tiba pada suatu titik yang bergantung pada fase dan amplitude gelombang tersebut. Untuk memperoleh pola-pola interferensi cahaya haruslah bersifat koheren, yaitu gelombang-gelombang harus bersalah dari satu sumber cahaya yang sama. Koherensi dalam optika sering dicapai dengan membagi cahaya dari sumber celah tunggal menjadi dua berkas atau lebih, yang kemudian dapat digabungkan untuk menghasilkan pola interferensi.
Pada interferensi, apabila dua gelombang yang berfrekuensi dan berpanjang gelombang sama tapi berbeda fase bergabung, maka gelombang yang dihasilkan merupakan gelombang yang amplitudonya tergantung pada perbedaan fase.
Perbedaan fase antara dua gelombang sering disebabkan oleh adanya perbedaan panjang lintasan yang ditempuh oleh kedua gelombang. Perbedaan lintasan satu panjang gelombang menghasilkan perbedaan fase 360o, yang ekivalen dengan tidak ada perbedaan fase sama sekali. Perbedaan lintasan setengah panjang gelombang menghasilkan perbedaan fase 180o. Umumnya, perbedaan lintasan yang sama dengan Δd menyumbang suatu perbedaan fase δ yang diberikan oleh :

Untuk mendownload file yang lebih lengkap klik :
via ziddu (PDF) :
http://www.ziddu.com/download/9631358/Percobaan5INTERFEROMETERMICHELSON.pdf.html
via 4shared (PDF) :
http://www.4shared.com/document/IqvcWqki/Percobaan_5_INTERFEROMETER_MIC.html


Laporan Gelombang Resonansi Bunyi


Resonansi Bunyi (Mekanik)

A.    Tujuan Praktikum
1.      Memahami gejala resonansi
2.      Memahami gelombang bunyi di udara
3.      Memahami asas kerja tabung resonansi dan garpu penala
4.      Menentukan cepat rambat bunyi di udara

B.     Landasan Teori
Dua buah gelombang yang merambat dalam medium dapat dipandang sebagai resultan dari penjumlahan kedua gelombang tersebut (superposisi gelombang). Hasil dari superposisi ini menimbulkan berbagai fenomena yang menarik, seperti adanya gelombang diam, pelayangan, interferensi, difraksi dan resonansi. Superposisi dari suatu gelombang datang dengan gelombang pantulnya dapat menghasilkan suatu gelombang yang dikenal dengan gelombang diam/stasioner. Jika gelombang tersebut datang secara terus menerus maka superposisi antara gelombang datang dan pantulan akan terus menerus terjadi dan akhirnya terjadi resonansi. Resonansi umumnya terjadi jika gelombang mempunyai frekuensi yang sama atau mendekati frekuensi alamiah sehingga terjadi amplitudo maksimum.
Bila garpu penala digetarkan diatas tabung resonansi, maka getaran garpu penala ini akan menggetarkan kolom udara di dalam tabung resonansi. Dengan mengatur panjang kolom udara di dalam tabung resonansi, maka akan terdengar dengung garpu penala lebih keras, ini berarti terjadi resonansi.
Didalam tabung resonansi terjadi gelombang longitudinal diam (stasioner), dengan sasarannya yaitu permukaan air sebagai simpul gelombang dan untuk mulut tabung sebagai perut gelombang. Sebenarnya letak perut berada di sedikit di atas tabung. Jaraknya kira-kira 0,3 kali diameter tabung. Resonansi terjadi jika frekuensi nada dasar atau nada atas dari kolom udara sama dengan frekuensi garpu penala. 

Untuk file yang lebih lengkap dapat didownload di :
Via Ziddu (PDF) :
Via 4shared (PDF) :

Laporan Gelombang Getaran Tergandeng


Getaran Pegas Tergandeng

I.                   Tujuan Percobaan
1.      Menentukan konstanta pegas parallel, seri dan gabungan.
2.      Membuktikan Hukum Hooke.
3.      Mengetahui hubungan antara periode pegas dan massa beban.

II.                Landasan Teori
Gerak harmonik sederhana adalah gerak osilasi yang periodic dan tidak pernah teredam yang biasanya mengikuti Hukum Hooke (bahwa gaya akan berbanding lurus dengan perubahan gerak) gerak harmonic secara umum terdiri atas gerak harmonic sederhana dan gerak harmonic teredam.
Gerak harmonic sederhana adalah gerak periodic dengan lintasan yang ditempuh selalu sama(tetap). Gerak harmonic sederhana mempunyai persamaan gerak dalam bentuk sinusoidal dan digunakan untuk menganalisis suatu gerak periodic tertentu. Gerak periodic adalah gerak berulang atau berosilasi melalui titik setimbang dalam interval waktu tetap. Gerak harmonic sederhana dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu :
a.       Gerak harmonic sederhana linier, misalnya penghisap dalam silinder gas, gerak osilasi air raksa/air dalam pipa U, gerak horizontal atau vertical dalam pegas, dan sebagainya.
b.      Gerak harmonic sederhana angular, misalnya gerak bandul, bandul fisis, osilasi ayunan torsi, dan sebagainya.

Untuk file yang lebih lengkap dapat didownload di :
Format PDF : 

Sabtu, 24 April 2010

Laporan Gelombang Getaran Teredam


GETARAN TEREDAM
I. Tujuan Percobaan
1. Menentukan konstanta pegas dan konstanta redaman sistem pegas dalam berbagai keadaan.
2. Membuktikan pengaruh lingkungan terhadap gaya gesek benda yang berosilasi.
3. Membandingkan gaya redaman dalam dua medium yang berbeda.
II. Landasan Teori
Setiap gerak yang terjadi secara berulang dalam selang waktu yang sama disebut gerak periodik. Karena gerak ini terjadi secara teratur maka disebut juga sebagai gerak harmonik. Apabila suatu partikel melakukan gerak periodik pada lintasan yang sama maka gerakannya disebut gerak osilasi/getaran. Bentuk sederhana dari gerak periodik adalah benda yang berosilasi pada ujung pegas. Karenanya kita menyebutnya gerak harmonis sederhana.
Gerak harmonik sederhana disebabkan oleh gaya pemulih atau gaya balik linier (F), yaitu resultan gaya yang arahnya selalu menuju titik kesetimbangan dan besarnya sebanding dengan simpangannya, dimana arah gaya selalu berlawanan dengan arah simpangan. Sehingga :

File yang lebih lengkap dapat di download di :
Format docx :
http://www.ziddu.com/download/9591081/Percobaan2GETARANTEREDAMnolampiran.docx.html
Format PDF :
http://www.ziddu.com/download/9598115/Percobaan2GETARANTEREDAM.pdf.html


format pdf :
http://www.4shared.com/file/JT2c-qaf/undefined_3.html 

Percobaan Melde


PERCOBAAN MELDE
I. Tujuan Percobaan
a. Menunjukkan gelombang transversal stasioner pada tali.
b. Mengetahui hubungan antara cepat rambat gelombang (v) dengan gaya ketegangan tali (F).
c. Menentukan cepat rambat gelombang pada tali.
II. Landasan Teori
Gelombang adalah getaran yang merambat. Di dalam perambatannya tidak diikuti oleh berpindahnya partikel-partikel perantaranya. Pada hakekatnya, gelombang merupakan rambatan energi (energi getaran).
Gelombang dibedakan menjadi dua jenis menurut mediumnya. Yaitu gelombang elektromagnetik yang merambat tanpa melalui medium atau perantara. Contoh gelombang elektromagnetik adalah gelombang cahaya dan gelombang bunyi. Sedangkan gelombang yang merambat melalui suatu medium atau perantara yaitu gelombang mekanik.
Terdapat dua jenis gelombang mekanik, berdasarkan arah gerakan partikel terhadap arah perambatan gelombang, yaitu :
- Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah perambatannya searah dengan arah getaran partikelnya. Contoh gelombang longitudinal adalah gelombang pada pegas.
- Gelombang transversal adalah gelombang yang arah perambatannya tegak lurus dengan arah getaran partikelnya. Contoh gelombang transversal adalah gelombang pada tali.



File yang lebih lengkap dapat di download di
Format docx :
http://www.ziddu.com/download/9591002/Percobaan1PERCOBAANMELDEnolampiran.docx.html
Format PDF :
http://www.4shared.com/file/Bh01Man_/undefined_2.html