Bahagia itu ternyata bisa saja sederhana, tapi bisa juga tidak.
Bagi saya, lihat drama korea setelah beraktivitas seharian adalah kebahagiaan. Kelihatannya sih sederhana. Tapi kalo dipikir lagi, drama korea bisa dilihat kalo gak streaming ya download dulu. Berarti koneksi internet kudu jalan terus. Bagi beberapa orang memang sangat sederhana, tapi ada juga yg menganggapnya repot. Meluangkan waktu untuk mencari, mendownload pun mungkin tidak sesederhana bagi beberapa orang. Well, saya anggap itu sederhana.
Duduk santai, minum kopi bersama suami bisa menjadi hal yang sangat repot walaupun yaah kalo dilihat sederhana banget. Supaya bisa bersama suami, harus meluangkan waktu dulu. Suami saya ini orang sibuk, duduk di rumah setelah isya itu merupakan hal yang luar biasa bagi saya. Biar saya bisa santai dengan dia bagaimana? saya sendiri sudah harus free dari segala pekerjaan. Pekerjaan rumah, tugas kantor harus sudah saya selesaikan supaya bisa bersama suami.
Saya ini ibu rumah tangga kalau pagi, siang sampai malam saya bekerja di bimbel. Pada hari-hari tertentu saya mengajar di SMP. Bisa dibayangkan tugas saya tidak sedikit kan... Sampai rumah pun masih harus mengurus toko dan warnet. Bahkan adanya waktu luang antara saya dan suami merupakan suatu kebahagiaan. Hehehe...
Bahagia yang agak kompleks bagi saya adalah ketemu teman2 lama, jalan2 keluar kota. Betapa rumitnya menyatukan kesempatan 11 orang yg tinggal di kota berbeda dengan kesibukan berbeda, yang jelas sibuuuuuuk banget semuanya. Rencana yang sudah disusun rapi sejak sebulan, dua bulan, bahkan setengah tahun sebelum hari reuni tiba pun bisa gagal tiba-tiba. Hmmm, saya harap ini tidak jadi gagal. Berarti ini belum menjadi kebahagiaan yg terwujud ya... Masih membayangkan sajalah, sudah bahagia.
Bahagia yang jelas sederhana dan tidak perlu repot mungkin memang berimanjinasi, membayangkan yang indah-indah ya. Angan-angan, impian, khayalan, buatlah seindah mungkin sehingga kita bisa berbahagia walau hanya berangan. Haha....
Bagaimanapun juga, bahagia adalah tergantung bagaimana kita bersyukur. Klise sih, tapi memang begitu realitanya. Bersyyukur untuk hal sekecil mungkin supaya kita bisa berbahagia untuk hal yang sesederhana mungkin.
Mari bersyukur dan berbahagia..... !
Rabu, 11 Januari 2017
Kamis, 21 Juli 2011
Inti Atom dan Radioaktivitas
Kali ini saya mengupload presentasi saya tentang inti atom dan radioaktivitas. Ini adalah tugas saya ketika mengikuti mata kuliah Fisika Sekolah Menengah 2 bersama teman saya Eka Arif Nugraha.
File PPT dapat didownload di alamat berikut :
http://www.4shared.com/file/jkfRZvAs/undefined.html
Semoga bermanfaat...
File PPT dapat didownload di alamat berikut :
http://www.4shared.com/file/jkfRZvAs/undefined.html
Semoga bermanfaat...
Selamat jalan semester 6...
Memasuki semester 7 dimana puncak aktivitas perkuliahan menjadi lebih bermakna. Hmm,, maaf ya belum sempat mengupload file-file tentang fisika lagi. Karena mulai semester 5 kemaren tugasnya lebih menjurus ke pendidikannya, bukan fisika lagi. Hehe...
Karena itu, maybe saya akan mengupload SILABUS dan RPP saja ya...
Memasuki semester 7 dimana puncak aktivitas perkuliahan menjadi lebih bermakna. Hmm,, maaf ya belum sempat mengupload file-file tentang fisika lagi. Karena mulai semester 5 kemaren tugasnya lebih menjurus ke pendidikannya, bukan fisika lagi. Hehe...
Karena itu, maybe saya akan mengupload SILABUS dan RPP saja ya...
Selasa, 27 April 2010
Laporan Gelombang Interferometer Michelson
Interferometer Michelson
I. Tujuan Percobaan :
1. Memahami interferensi pada interferometer Michelson.
2. Menentukan panjang gelombang sumber cahaya dengan pola interferensi.
II. Landasan Teori
Interferensi adalah penggabungan superposisi dua gelombang atau lebih yang bertemu pada satu titik ruang. Hasil interfrensi yang berupa pola-pola cincin dapat digunakan untuk menentukan beberapa besaran fisis yang berkaitan dengan interferensi, misalnya panjang gelombang suatu sumber cahaya, indeks bias, dan ketebalan bahan.
Untuk memahami fenomena interferensi harus berdasar pada prinsip optika fisis, yaitu cahaya dipandang sebagai perambatan gelombang yang tiba pada suatu titik yang bergantung pada fase dan amplitude gelombang tersebut. Untuk memperoleh pola-pola interferensi cahaya haruslah bersifat koheren, yaitu gelombang-gelombang harus bersalah dari satu sumber cahaya yang sama. Koherensi dalam optika sering dicapai dengan membagi cahaya dari sumber celah tunggal menjadi dua berkas atau lebih, yang kemudian dapat digabungkan untuk menghasilkan pola interferensi.
Pada interferensi, apabila dua gelombang yang berfrekuensi dan berpanjang gelombang sama tapi berbeda fase bergabung, maka gelombang yang dihasilkan merupakan gelombang yang amplitudonya tergantung pada perbedaan fase.
Perbedaan fase antara dua gelombang sering disebabkan oleh adanya perbedaan panjang lintasan yang ditempuh oleh kedua gelombang. Perbedaan lintasan satu panjang gelombang menghasilkan perbedaan fase 360o, yang ekivalen dengan tidak ada perbedaan fase sama sekali. Perbedaan lintasan setengah panjang gelombang menghasilkan perbedaan fase 180o. Umumnya, perbedaan lintasan yang sama dengan Δd menyumbang suatu perbedaan fase δ yang diberikan oleh :
via ziddu (PDF) :
http://www.ziddu.com/download/9631358/Percobaan5INTERFEROMETERMICHELSON.pdf.html
via 4shared (PDF) :
http://www.4shared.com/document/IqvcWqki/Percobaan_5_INTERFEROMETER_MIC.html
Laporan Gelombang Resonansi Bunyi
Resonansi Bunyi (Mekanik)
A. Tujuan Praktikum
1. Memahami gejala resonansi
2. Memahami gelombang bunyi di udara
3. Memahami asas kerja tabung resonansi dan garpu penala
4. Menentukan cepat rambat bunyi di udara
B. Landasan Teori
Dua buah gelombang yang merambat dalam medium dapat dipandang sebagai resultan dari penjumlahan kedua gelombang tersebut (superposisi gelombang). Hasil dari superposisi ini menimbulkan berbagai fenomena yang menarik, seperti adanya gelombang diam, pelayangan, interferensi, difraksi dan resonansi. Superposisi dari suatu gelombang datang dengan gelombang pantulnya dapat menghasilkan suatu gelombang yang dikenal dengan gelombang diam/stasioner. Jika gelombang tersebut datang secara terus menerus maka superposisi antara gelombang datang dan pantulan akan terus menerus terjadi dan akhirnya terjadi resonansi. Resonansi umumnya terjadi jika gelombang mempunyai frekuensi yang sama atau mendekati frekuensi alamiah sehingga terjadi amplitudo maksimum.
Bila garpu penala digetarkan diatas tabung resonansi, maka getaran garpu penala ini akan menggetarkan kolom udara di dalam tabung resonansi. Dengan mengatur panjang kolom udara di dalam tabung resonansi, maka akan terdengar dengung garpu penala lebih keras, ini berarti terjadi resonansi.
Didalam tabung resonansi terjadi gelombang longitudinal diam (stasioner), dengan sasarannya yaitu permukaan air sebagai simpul gelombang dan untuk mulut tabung sebagai perut gelombang. Sebenarnya letak perut berada di sedikit di atas tabung. Jaraknya kira-kira 0,3 kali diameter tabung. Resonansi terjadi jika frekuensi nada dasar atau nada atas dari kolom udara sama dengan frekuensi garpu penala.
Untuk file yang lebih lengkap dapat didownload di :
Via Ziddu (PDF) :
Via 4shared (PDF) :
Laporan Gelombang Getaran Tergandeng
Getaran Pegas Tergandeng
I. Tujuan Percobaan
1. Menentukan konstanta pegas parallel, seri dan gabungan.
2. Membuktikan Hukum Hooke.
3. Mengetahui hubungan antara periode pegas dan massa beban.
II. Landasan Teori
Gerak harmonik sederhana adalah gerak osilasi yang periodic dan tidak pernah teredam yang biasanya mengikuti Hukum Hooke (bahwa gaya akan berbanding lurus dengan perubahan gerak) gerak harmonic secara umum terdiri atas gerak harmonic sederhana dan gerak harmonic teredam.
Gerak harmonic sederhana adalah gerak periodic dengan lintasan yang ditempuh selalu sama(tetap). Gerak harmonic sederhana mempunyai persamaan gerak dalam bentuk sinusoidal dan digunakan untuk menganalisis suatu gerak periodic tertentu. Gerak periodic adalah gerak berulang atau berosilasi melalui titik setimbang dalam interval waktu tetap. Gerak harmonic sederhana dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu :
a. Gerak harmonic sederhana linier, misalnya penghisap dalam silinder gas, gerak osilasi air raksa/air dalam pipa U, gerak horizontal atau vertical dalam pegas, dan sebagainya.
b. Gerak harmonic sederhana angular, misalnya gerak bandul, bandul fisis, osilasi ayunan torsi, dan sebagainya.
Untuk file yang lebih lengkap dapat didownload di :
Format PDF :
Sabtu, 24 April 2010
Laporan Gelombang Getaran Teredam
GETARAN TEREDAM
I. Tujuan Percobaan
1. Menentukan konstanta pegas dan konstanta redaman sistem pegas dalam berbagai keadaan.
2. Membuktikan pengaruh lingkungan terhadap gaya gesek benda yang berosilasi.
3. Membandingkan gaya redaman dalam dua medium yang berbeda.
II. Landasan Teori
Setiap gerak yang terjadi secara berulang dalam selang waktu yang sama disebut gerak periodik. Karena gerak ini terjadi secara teratur maka disebut juga sebagai gerak harmonik. Apabila suatu partikel melakukan gerak periodik pada lintasan yang sama maka gerakannya disebut gerak osilasi/getaran. Bentuk sederhana dari gerak periodik adalah benda yang berosilasi pada ujung pegas. Karenanya kita menyebutnya gerak harmonis sederhana.
Gerak harmonik sederhana disebabkan oleh gaya pemulih atau gaya balik linier (F), yaitu resultan gaya yang arahnya selalu menuju titik kesetimbangan dan besarnya sebanding dengan simpangannya, dimana arah gaya selalu berlawanan dengan arah simpangan. Sehingga :
File yang lebih lengkap dapat di download di :
Format docx :
http://www.ziddu.com/download/9591081/Percobaan2GETARANTEREDAMnolampiran.docx.html
Format PDF :
http://www.ziddu.com/download/9598115/Percobaan2GETARANTEREDAM.pdf.html
format pdf :
http://www.4shared.com/file/JT2c-qaf/undefined_3.html
Percobaan Melde
PERCOBAAN MELDE
I. Tujuan Percobaan
a. Menunjukkan gelombang transversal stasioner pada tali.
b. Mengetahui hubungan antara cepat rambat gelombang (v) dengan gaya ketegangan tali (F).
c. Menentukan cepat rambat gelombang pada tali.
II. Landasan Teori
Gelombang adalah getaran yang merambat. Di dalam perambatannya tidak diikuti oleh berpindahnya partikel-partikel perantaranya. Pada hakekatnya, gelombang merupakan rambatan energi (energi getaran).
Gelombang dibedakan menjadi dua jenis menurut mediumnya. Yaitu gelombang elektromagnetik yang merambat tanpa melalui medium atau perantara. Contoh gelombang elektromagnetik adalah gelombang cahaya dan gelombang bunyi. Sedangkan gelombang yang merambat melalui suatu medium atau perantara yaitu gelombang mekanik.
Terdapat dua jenis gelombang mekanik, berdasarkan arah gerakan partikel terhadap arah perambatan gelombang, yaitu :
- Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah perambatannya searah dengan arah getaran partikelnya. Contoh gelombang longitudinal adalah gelombang pada pegas.
- Gelombang transversal adalah gelombang yang arah perambatannya tegak lurus dengan arah getaran partikelnya. Contoh gelombang transversal adalah gelombang pada tali.
File yang lebih lengkap dapat di download di
Format docx :
http://www.ziddu.com/download/9591002/Percobaan1PERCOBAANMELDEnolampiran.docx.html
Format PDF :
http://www.4shared.com/file/Bh01Man_/undefined_2.html
Selasa, 23 Februari 2010
Malam Dan Sekutunya
Mega telah memudar dalam peraduan senja.
Mata-mata lelah beradu dalam kegamangan malam.
Tak ada suara lagi.
Mata-mata telah mengatup, terlelap.
Masih terpojok pada sudut malam, aku dengan sejuta kebisuan.
Suasana-suasana seperti ini, yang dulu selalu kurindukan.
Dengan sejuta ketenangn yang ku maknai dari segala keheningan ini.
Kini..
Aku seperti tak bisa memeluk malamku.
Tak bisa merengkuh ketenangn yang sekian lama kurasakan.
Malam yang sepi kini untukku..
Aku membenci malam-malam yang menyiksaku dengan segala ketidakadaan.
Tuhan, berilah kesejukan untuk jiwa-jiwa haus kasih.
Berilah ketenangan untuk hati-hati yang sepi..
Seperti aku yang bagai terdampar dalam malam yang panjang ini.
Lalu kucoba melelapkan mata..
Aku menanti detik demi detik mentari kembali bersinar...
Mata-mata lelah beradu dalam kegamangan malam.
Tak ada suara lagi.
Mata-mata telah mengatup, terlelap.
Masih terpojok pada sudut malam, aku dengan sejuta kebisuan.
Suasana-suasana seperti ini, yang dulu selalu kurindukan.
Dengan sejuta ketenangn yang ku maknai dari segala keheningan ini.
Kini..
Aku seperti tak bisa memeluk malamku.
Tak bisa merengkuh ketenangn yang sekian lama kurasakan.
Malam yang sepi kini untukku..
Aku membenci malam-malam yang menyiksaku dengan segala ketidakadaan.
Tuhan, berilah kesejukan untuk jiwa-jiwa haus kasih.
Berilah ketenangan untuk hati-hati yang sepi..
Seperti aku yang bagai terdampar dalam malam yang panjang ini.
Lalu kucoba melelapkan mata..
Aku menanti detik demi detik mentari kembali bersinar...
Rabu, 14 Oktober 2009
Sebait Sajak Di Antara Untaian Debu
Aku menemuimu
Di sisi badai dan kekelaman kabut
Lalu kita bercerita
Tentang seberapa tebal debu yang menghujam tubuh
Rongga ini hanyalah sebuah ruang
Yang kadang memompa hati kita di persimpangan
Mencoba mengejar bait-bait mimpi
Walau kadang itu hanyalah sebuah fakta fatamorgana
Lalu akan kubasuh sayatan-sayatan dukamu
Lewat tatapan mata dan sebidang bahu
Yang dapat kau singgahi
Meski terkadang kita lupa
Kekelaman adalah sebuah batu cadas
Untuk menempuh kemaknaan hidup
Akhirnya...
Bersabarlah kita
Menyusuri telapak-telapak kehidupan
Yang pernah kita bersama memahatnya
Malam memekat
Hanya segaris bayang mengaburkan pandangan
Kaupun tertidur
Dalam damai dan ketenangan di sisi pembaringanku
Di sisi badai dan kekelaman kabut
Lalu kita bercerita
Tentang seberapa tebal debu yang menghujam tubuh
Rongga ini hanyalah sebuah ruang
Yang kadang memompa hati kita di persimpangan
Mencoba mengejar bait-bait mimpi
Walau kadang itu hanyalah sebuah fakta fatamorgana
Lalu akan kubasuh sayatan-sayatan dukamu
Lewat tatapan mata dan sebidang bahu
Yang dapat kau singgahi
Meski terkadang kita lupa
Kekelaman adalah sebuah batu cadas
Untuk menempuh kemaknaan hidup
Akhirnya...
Bersabarlah kita
Menyusuri telapak-telapak kehidupan
Yang pernah kita bersama memahatnya
Malam memekat
Hanya segaris bayang mengaburkan pandangan
Kaupun tertidur
Dalam damai dan ketenangan di sisi pembaringanku
Membakar Surga, Menghanguskan Neraka
Aku ingin bersujud kepada-Mu dengan penuh linangan kalbu
Menebarkan pancaran suci yang memancar dari relung jiwa yang terdalam
Wahai Sang Maha Pencipta Mayapada
Mengapa Kau menghadirkan keindahan tak terkira dalam surga?
Mengapa Kau menajamkan kepedihan tak terperi di neraka?
Karena semua itu membuat manusia berpamrih
Aku di sini duduk bersimpuh pada_mu
Aku di sini menyembah membumbungtinggikan Nama-Mu
Aku di sini (masa lalu, saat ini, dan hingga akhir hayat)
Aku selalu melakukan perintah-Mu dengan sesempurna sebuah untaian ketulusan
Maka jika aku boleh memilih
Akan membakar surga
Akan kuhancurkan neraka
Agar kami bertaqwa kepada-Mu tanpa belasan pamrih
Mungkin Kau tertawa melihatku
Yang hanya memiliki secipak bening genangan sukma
Dan semoga lafadz salam penutup doaku
Berhembus bersama helaian angin semilir
Menebarkan pancaran suci yang memancar dari relung jiwa yang terdalam
Wahai Sang Maha Pencipta Mayapada
Mengapa Kau menghadirkan keindahan tak terkira dalam surga?
Mengapa Kau menajamkan kepedihan tak terperi di neraka?
Karena semua itu membuat manusia berpamrih
Aku di sini duduk bersimpuh pada_mu
Aku di sini menyembah membumbungtinggikan Nama-Mu
Aku di sini (masa lalu, saat ini, dan hingga akhir hayat)
Aku selalu melakukan perintah-Mu dengan sesempurna sebuah untaian ketulusan
Maka jika aku boleh memilih
Akan membakar surga
Akan kuhancurkan neraka
Agar kami bertaqwa kepada-Mu tanpa belasan pamrih
Mungkin Kau tertawa melihatku
Yang hanya memiliki secipak bening genangan sukma
Dan semoga lafadz salam penutup doaku
Berhembus bersama helaian angin semilir
Rabu, 01 April 2009
Tertikam Sunyi
Aku mencari ruang
Pada sebuah harap yg tersesat
Mencari tempat berlabuh
Kala penat dan letih mulai menyumbat
Asa ku merentang
Bersama sayap - sayap yang terkadang terkepak
Mencari sebening celah sabda cipta
Membawa nya menyusuri setapak jalan yang terlewati
Jenuhku memenuhi puncak
Bosan ku menjulangi pendar pendar mentari
Dan saputan awan mendung
Memekatku dalam puncak kesunyian
Tapi Mengapa
Aku masih saja merasakan sepi di tengah kegaduhan
Aku masih saja merasakan sunyi di tengah keramaian
Teriakanku membumbung tinggi
Hingga sebatas nadir batas kemampuan
Mencoba mendulang dogma
Merangkai kegalauan dengan dengungan rasa
Tapi Mengapa
Aku masih saja merasakan sepi di tengah kegaduhan
Aku masih saja merasakan sunyi di tengah keramaian
Malam memekat
Teriakan ku pun ter cekat
Sebuah tangan mengambil pelepah tempat ku berteduh dari tetesan hujan
Tak ada yang mau perduli
Tak ada yang mau mengerti
Sepi ....
Sendiri .....
Tertikam sunyi ...
seindahtitianpelangi,
Pada sebuah harap yg tersesat
Mencari tempat berlabuh
Kala penat dan letih mulai menyumbat
Asa ku merentang
Bersama sayap - sayap yang terkadang terkepak
Mencari sebening celah sabda cipta
Membawa nya menyusuri setapak jalan yang terlewati
Jenuhku memenuhi puncak
Bosan ku menjulangi pendar pendar mentari
Dan saputan awan mendung
Memekatku dalam puncak kesunyian
Tapi Mengapa
Aku masih saja merasakan sepi di tengah kegaduhan
Aku masih saja merasakan sunyi di tengah keramaian
Teriakanku membumbung tinggi
Hingga sebatas nadir batas kemampuan
Mencoba mendulang dogma
Merangkai kegalauan dengan dengungan rasa
Tapi Mengapa
Aku masih saja merasakan sepi di tengah kegaduhan
Aku masih saja merasakan sunyi di tengah keramaian
Malam memekat
Teriakan ku pun ter cekat
Sebuah tangan mengambil pelepah tempat ku berteduh dari tetesan hujan
Tak ada yang mau perduli
Tak ada yang mau mengerti
Sepi ....
Sendiri .....
Tertikam sunyi ...
seindahtitianpelangi,
Secuil Hasrat Yang Pernah Tersirat
Perjalananku tertatih
Tersumbat bayang sekelimang peneruh asa dan hasrat metafora
Dudukku terpekur
Melihat seolah dinding yang berjelaga
Amarah yang terlantar
Kesepian yang menghujam
Para munafik yang memuakkan
Di antara hamparan safana rerumputan
Kuambil sejumput jerami
Menjuntarkan khayal tentang secuil kisah masa silam
Kata ibunda menyelimutiku dengan selimut penghangat badan
Dan kedinginan sebelum aku terpejam
Mungkin hanya baitan kenangan
Akan keharuan dan tapak tulus kasih saying
Trulur murni tanpa dinding pembatas
Menghadir indah menembus dinding nurani
Sejauh mata memandang
Hanya ada tepisan nisan yang telah
Yang menorehkan sebuah nama seseorang
Yang telah memjam abadi
Akhirnya kulangkahkan kaki
Meninggalkan areal sunyi sepi ini
Namun entah sampai kapan
Kerinduan ini akan menghilang dalam titian jiwa
Dan linangan perasaan yang tergenggam
Jakarta, 26 November 2007
Di sebuah kesunyian areal pemakaman
seindahtitianpelangi
Tersumbat bayang sekelimang peneruh asa dan hasrat metafora
Dudukku terpekur
Melihat seolah dinding yang berjelaga
Amarah yang terlantar
Kesepian yang menghujam
Para munafik yang memuakkan
Di antara hamparan safana rerumputan
Kuambil sejumput jerami
Menjuntarkan khayal tentang secuil kisah masa silam
Kata ibunda menyelimutiku dengan selimut penghangat badan
Dan kedinginan sebelum aku terpejam
Mungkin hanya baitan kenangan
Akan keharuan dan tapak tulus kasih saying
Trulur murni tanpa dinding pembatas
Menghadir indah menembus dinding nurani
Sejauh mata memandang
Hanya ada tepisan nisan yang telah
Yang menorehkan sebuah nama seseorang
Yang telah memjam abadi
Akhirnya kulangkahkan kaki
Meninggalkan areal sunyi sepi ini
Namun entah sampai kapan
Kerinduan ini akan menghilang dalam titian jiwa
Dan linangan perasaan yang tergenggam
Jakarta, 26 November 2007
Di sebuah kesunyian areal pemakaman
seindahtitianpelangi
Sebait Kenangan Di Secarik Kertas Bangku Belakang
Sebuah tabir kenangan pernah tersibak
Melewati padanan waktu
Kita saling mencoba meremang senja
Melewati masa - masa terindah di bangku SMA
Aku mengenalmu
Lewat secarik kertas yang tertinggal di bangku belakang
Lalu kita saling merangakai baitan kata
Melawati bahasa hati belahan jiwa
Rasa itu kemudian mendekam di lubuk sanubari
Mengkristal hingga ke tepian jantung hati
Menaburkan selaksa warna titian pelangi
Membumbung tinggi hingga mencapai ujung pertiwi
Tapi mengapa ......
Kau masih saja ragu denganku
Kau masih saja menimang - nimang sebait nilai ketulusan
Hingga ku terkekang dalam penantian yang tak terujung terbataskan
Waktupun bergulir
Letih dan penat dalam penantian
Ku terima seseorang yg menebar asa dan buih - buih rasa
Walau sebenarnya hanya sekedar pengisi sebuah rongga kosong di jiwa ku
Wahai kau seorang yang selalu ku rindukan di setiap ketinggain malam ku
Ijinkanlah aku memasuki puri terdalam hati mu
Bersama kita menanam benih bulir bulir asmara
Hingga tumbuh pohon keabadian dari kemurnian cinta kita
seindahtitianpelangi,
Melewati padanan waktu
Kita saling mencoba meremang senja
Melewati masa - masa terindah di bangku SMA
Aku mengenalmu
Lewat secarik kertas yang tertinggal di bangku belakang
Lalu kita saling merangakai baitan kata
Melawati bahasa hati belahan jiwa
Rasa itu kemudian mendekam di lubuk sanubari
Mengkristal hingga ke tepian jantung hati
Menaburkan selaksa warna titian pelangi
Membumbung tinggi hingga mencapai ujung pertiwi
Tapi mengapa ......
Kau masih saja ragu denganku
Kau masih saja menimang - nimang sebait nilai ketulusan
Hingga ku terkekang dalam penantian yang tak terujung terbataskan
Waktupun bergulir
Letih dan penat dalam penantian
Ku terima seseorang yg menebar asa dan buih - buih rasa
Walau sebenarnya hanya sekedar pengisi sebuah rongga kosong di jiwa ku
Wahai kau seorang yang selalu ku rindukan di setiap ketinggain malam ku
Ijinkanlah aku memasuki puri terdalam hati mu
Bersama kita menanam benih bulir bulir asmara
Hingga tumbuh pohon keabadian dari kemurnian cinta kita
seindahtitianpelangi,
Ruang Putih Penghadir Gelegar Deru KEharuan Dan PEdihnya Rasa KEhilangan
Lorong ini memanjang
Ujung berliku bertitian bangku-bangku kosong
Puncak dari kesunyian rasa menyeruak
Hadir menjelma tulus nyata sesucinya bayi pertama kali melihat pendar mentari
Di sebuah sudut ruang
Lolongan nestapa perih pedih penuh tangis kesenduan
Jalanan samara penghantar nyawa yang terengut si sakit
Entah surga penuh pendar-pendar warna sastra jingga terdapati
Entah neraka terhunjam perih terilhami
Itu semua rahasia Ilahi Robbi
Di sudut lain
Tangisan haru memuncak lewat lelehan sebening telaga di tepian kelopak mata
Mengiringi kehadiran suara tangis pertama kali dari kelahiran bayi
Kebahagiaan menyembur seindah siluet senja yang menyepuh rarakan mega menjadi magen
Di pilahan ruang yang berjarak
Tatapan penuh harap tersirat lewat kesenduan pandangan
Memandang pembaringan si sakit yang menempuh perjuangan
Walau kadang itulah kodrat manusia yang ternafikan
Sedu sedan warna warni rasa
Pedih perih, suka duka, derai tawa dan pandangan penuh simpati
Hadir menjelma nyata sesuci ini di ruang ini
Mengilhami pemahaman manusia akan sebuah jalur lurus keimanan
Bahwa sepanjang kuat manusia berusaha berjuang tetap Sang Khalik yang menentukan saat-saat menuju keabadian
Rumah Sakit Pondok Indah pukul 20.30 WIB
Jakarta, 24 Desember 2007
seindahtitianpelangi
Ujung berliku bertitian bangku-bangku kosong
Puncak dari kesunyian rasa menyeruak
Hadir menjelma tulus nyata sesucinya bayi pertama kali melihat pendar mentari
Di sebuah sudut ruang
Lolongan nestapa perih pedih penuh tangis kesenduan
Jalanan samara penghantar nyawa yang terengut si sakit
Entah surga penuh pendar-pendar warna sastra jingga terdapati
Entah neraka terhunjam perih terilhami
Itu semua rahasia Ilahi Robbi
Di sudut lain
Tangisan haru memuncak lewat lelehan sebening telaga di tepian kelopak mata
Mengiringi kehadiran suara tangis pertama kali dari kelahiran bayi
Kebahagiaan menyembur seindah siluet senja yang menyepuh rarakan mega menjadi magen
Di pilahan ruang yang berjarak
Tatapan penuh harap tersirat lewat kesenduan pandangan
Memandang pembaringan si sakit yang menempuh perjuangan
Walau kadang itulah kodrat manusia yang ternafikan
Sedu sedan warna warni rasa
Pedih perih, suka duka, derai tawa dan pandangan penuh simpati
Hadir menjelma nyata sesuci ini di ruang ini
Mengilhami pemahaman manusia akan sebuah jalur lurus keimanan
Bahwa sepanjang kuat manusia berusaha berjuang tetap Sang Khalik yang menentukan saat-saat menuju keabadian
Rumah Sakit Pondok Indah pukul 20.30 WIB
Jakarta, 24 Desember 2007
seindahtitianpelangi
Kau Torehkan Sembilu Di puri Terdalam Hatiku
Aku pernah memimpikan
Membangun sebiduk ruang dengan mu
Tempat kita menyatu dalam suka duka
Tempat kita bercengkrama hingga ajal menjelma
Rasa percaya ku mengabur
Menjadi keraguan - keraguan yang telah terkristal
Kala kau mainkan sumbu api pembakar sekam
Di belakang ku
Hatiku hancur terkeping - keping
Kau musnahkan sebening asa yang telah memekat di jiwa
Kini ku goyah
Menata bayang mencari tempat perlabuhan
Meramu sajak dalam kesendirian
Demi dirimu sang pujaan
Namun selalu ada pintu terbuka
Tempat kau bersandar kala kau terpuruk
Karena dirimu lah pelita hidup ku
Sinar penerang jiwa ku dalam meniti kekelaman hidup
seindahtitianpelangi,
Membangun sebiduk ruang dengan mu
Tempat kita menyatu dalam suka duka
Tempat kita bercengkrama hingga ajal menjelma
Rasa percaya ku mengabur
Menjadi keraguan - keraguan yang telah terkristal
Kala kau mainkan sumbu api pembakar sekam
Di belakang ku
Hatiku hancur terkeping - keping
Kau musnahkan sebening asa yang telah memekat di jiwa
Kini ku goyah
Menata bayang mencari tempat perlabuhan
Meramu sajak dalam kesendirian
Demi dirimu sang pujaan
Namun selalu ada pintu terbuka
Tempat kau bersandar kala kau terpuruk
Karena dirimu lah pelita hidup ku
Sinar penerang jiwa ku dalam meniti kekelaman hidup
seindahtitianpelangi,
Ijinkan Aku Merangkum makna Dalam Helaian Baitan Puisi
Baitan kata ku bukanlah sebuah oase di padang pasir
Baitan kata ku bukanlah guratan seindah kata pujangga
Hanya sebatas untaian kata biasa
Yang menghadir dalam setiap belain makna
Aku hanyalah manusia biasa
Dengan sekeping jiwa yang masih kotor ini mengadu
Ingin menghiba jasad temaram pesona
Demi helaian kata dalam goresan puisi
Baitan kata ku bukanlah sebuah oase di padang pasir
Baitan kata ku bukanlah guratan seindah kata pujangga
Aku hanya mencoba menghadir
Bagi jiwa jiwa yang kadang melupakan daun jendela yang lupa terkunci
Biarkan aku terbunuh sepi
Biarkan aku tertikam sunyi
Asalkan untaian puisi ini akan tetap mengabadi
Dan memberikan setetes cahaya penerang bagi jiwa - jiwa yang mungkin masih memerlukan uluran kemurnian persahabatan
Maka biarkan kita saling berbagi
Merasakan bersama kepahitan dalam kekecewaaan, pengkhiatan, ataupun derai tangis kesepian
Merasakan bersama keindahan dalam cinta yg terbalas, tercapai impian ataupun kehangatan persahabatan
Merasakan bersama puncak kerinduan yang kadang memuncak dalam setiap ketinggian malam
Aku sadar ......
Untaian kata dari ku hanyalah baitan kata sederhana
Belum bisa menjabarkan tentang semua keinginan dan rasa yg terdekam darimu
Namun .......
Biarkan kita tetap bersama menjalani
Saling memapah dan berbagi rasa dalam setiap letih dan keterpurukan ini
seindahtitianpelangi,
Baitan kata ku bukanlah guratan seindah kata pujangga
Hanya sebatas untaian kata biasa
Yang menghadir dalam setiap belain makna
Aku hanyalah manusia biasa
Dengan sekeping jiwa yang masih kotor ini mengadu
Ingin menghiba jasad temaram pesona
Demi helaian kata dalam goresan puisi
Baitan kata ku bukanlah sebuah oase di padang pasir
Baitan kata ku bukanlah guratan seindah kata pujangga
Aku hanya mencoba menghadir
Bagi jiwa jiwa yang kadang melupakan daun jendela yang lupa terkunci
Biarkan aku terbunuh sepi
Biarkan aku tertikam sunyi
Asalkan untaian puisi ini akan tetap mengabadi
Dan memberikan setetes cahaya penerang bagi jiwa - jiwa yang mungkin masih memerlukan uluran kemurnian persahabatan
Maka biarkan kita saling berbagi
Merasakan bersama kepahitan dalam kekecewaaan, pengkhiatan, ataupun derai tangis kesepian
Merasakan bersama keindahan dalam cinta yg terbalas, tercapai impian ataupun kehangatan persahabatan
Merasakan bersama puncak kerinduan yang kadang memuncak dalam setiap ketinggian malam
Aku sadar ......
Untaian kata dari ku hanyalah baitan kata sederhana
Belum bisa menjabarkan tentang semua keinginan dan rasa yg terdekam darimu
Namun .......
Biarkan kita tetap bersama menjalani
Saling memapah dan berbagi rasa dalam setiap letih dan keterpurukan ini
seindahtitianpelangi,
Hikayat Cinta Yang Mengalir Lewat Titian Dunia Maya
Kita pernah mengukir sebuah tirai malam
Lewat sentuhan jari jari pada papan keyboard
Di selingi cahaya monitor yang berpendar pendar
Lalu kita saling berbagi dan berkeluh kesah
Tentang kepahitan kisah duka
Tentang kemanisan kisah bahagia
Meramu nya lewat kerlipan mata dan seutas senyum yang kadang tercipta
Rasa yang tumbuh
Bersemi merekah mewangi
Mengantar jiwa kita
Pada tatanan aliran serpihan - serpihan asmara
Dunia kita mungkin bukan dunia yang benar - benar nyata
Namun kisah cinta kita seindah kisah rama shinta
Kisah kita juga seagung epilog Mahabrata
Meski hanya sekedar di dunia maya
Aku tahu
Aku telah menggenggam seseorang yang menebarkan keagungan rasa
Aku pun pahami
Kau pun mempunyai seseorang tempat kau berteduh dalam penat dan letih
Namun ......
Dunia maya ini telah menyatukan kita
Membuih lewat deburan ombak
Melayang lewat semilir angin
Dan kita menyatu di dalam dunia perselancaran kisah suci asmara
seindahtitianpelangi,
Lewat sentuhan jari jari pada papan keyboard
Di selingi cahaya monitor yang berpendar pendar
Lalu kita saling berbagi dan berkeluh kesah
Tentang kepahitan kisah duka
Tentang kemanisan kisah bahagia
Meramu nya lewat kerlipan mata dan seutas senyum yang kadang tercipta
Rasa yang tumbuh
Bersemi merekah mewangi
Mengantar jiwa kita
Pada tatanan aliran serpihan - serpihan asmara
Dunia kita mungkin bukan dunia yang benar - benar nyata
Namun kisah cinta kita seindah kisah rama shinta
Kisah kita juga seagung epilog Mahabrata
Meski hanya sekedar di dunia maya
Aku tahu
Aku telah menggenggam seseorang yang menebarkan keagungan rasa
Aku pun pahami
Kau pun mempunyai seseorang tempat kau berteduh dalam penat dan letih
Namun ......
Dunia maya ini telah menyatukan kita
Membuih lewat deburan ombak
Melayang lewat semilir angin
Dan kita menyatu di dalam dunia perselancaran kisah suci asmara
seindahtitianpelangi,
Harum Semerbak Mewangi Di Kebun Bunga Setaman Hati
Tempat itu sangat indah
Semerdu burung - burung yang saling berdendang
Kawanan kumbang datang menghinggap terlenakan
Mendamba serbuk dalam setiap helaian kuncup bunga
Sekuntum bunga mengandung sekumpulan mana
Akan sebuah semanis kasih sayang
Ataupun sekelam pengkhianatan
Dan mengiringi dalam setiap jejak langkah hidupmu
Bunga mawar melambangan kasih sayang
Bunga melati melambangkan kesucian
Bunga akasia melambangkan cinta yang terpendam
Bunga aster melambangkan kehalusan
Bunga dahlia melambangan pengkhianatan
Bunga tulip melambangkan kesetiaan
Bunga anggrek melambangkan kecantikan
Bunga lily melambangan keromantisan
Kumpulan bunga tersebut tumbuh merekah
Menyejukkan hati yang memandang
Menaburkan kekaguman bagi yang mencinta keindahan
Kumpulan bunga mempesona setiap umat manusia
Keharumannyapun menjulang tinggi hingga ujung nirwana
Dan akan selalu tersimpan di sisi sanubari
Bagi mereka yang menyukai arti pecinta seni sejati
seindahtitianpelangi,
Semerdu burung - burung yang saling berdendang
Kawanan kumbang datang menghinggap terlenakan
Mendamba serbuk dalam setiap helaian kuncup bunga
Sekuntum bunga mengandung sekumpulan mana
Akan sebuah semanis kasih sayang
Ataupun sekelam pengkhianatan
Dan mengiringi dalam setiap jejak langkah hidupmu
Bunga mawar melambangan kasih sayang
Bunga melati melambangkan kesucian
Bunga akasia melambangkan cinta yang terpendam
Bunga aster melambangkan kehalusan
Bunga dahlia melambangan pengkhianatan
Bunga tulip melambangkan kesetiaan
Bunga anggrek melambangkan kecantikan
Bunga lily melambangan keromantisan
Kumpulan bunga tersebut tumbuh merekah
Menyejukkan hati yang memandang
Menaburkan kekaguman bagi yang mencinta keindahan
Kumpulan bunga mempesona setiap umat manusia
Keharumannyapun menjulang tinggi hingga ujung nirwana
Dan akan selalu tersimpan di sisi sanubari
Bagi mereka yang menyukai arti pecinta seni sejati
seindahtitianpelangi,
Cinta Dalam Sebuah Potongan Puzzle
Cinta ini terkotak - kotak
Kadang lurus kadang kadang memanjang
Penuh liku
Intrik - intrik persaingan
Cinta ku adalah sebuah potongan
Pencarian melelahkan
Demi menutup hasrat
Mencari tempat berteduh kala tetesan hujan datang menderas
Cinta mu adalah sebuah pencarian dari kenangan masa silam
Akan sebuah sosok pujaan
Mencoba mencari berbagai persamaan
Walaupun tahu manusia kembar pun mempunyai perbedaan
Rasa penasaran mu memuncak
Mencari sebuah tokoh khayalan
Padahal itu hanyalah sebuah fatamorgana
Sebuah potongan puzzle untuk pelengkap kesempurnaanmu
Kau tetap mencari nya
Aku tetap menunggumu
Kau putus asa tak menemukan nya
Aku telah terdekam dalam kesepian yang menikam nikam
seindahtitianpelangi,
Kadang lurus kadang kadang memanjang
Penuh liku
Intrik - intrik persaingan
Cinta ku adalah sebuah potongan
Pencarian melelahkan
Demi menutup hasrat
Mencari tempat berteduh kala tetesan hujan datang menderas
Cinta mu adalah sebuah pencarian dari kenangan masa silam
Akan sebuah sosok pujaan
Mencoba mencari berbagai persamaan
Walaupun tahu manusia kembar pun mempunyai perbedaan
Rasa penasaran mu memuncak
Mencari sebuah tokoh khayalan
Padahal itu hanyalah sebuah fatamorgana
Sebuah potongan puzzle untuk pelengkap kesempurnaanmu
Kau tetap mencari nya
Aku tetap menunggumu
Kau putus asa tak menemukan nya
Aku telah terdekam dalam kesepian yang menikam nikam
seindahtitianpelangi,
Langganan:
Postingan (Atom)